Founder sekaligus peneliti Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi mengatakan, angka approval rating Gubernur dan Wagub hingga sejauh ini dinilai publik sangat positif meski ada situasi yang tidak mudah.
Secara umum pula, lanjutnya, ekspektasi warga belum sepenuhnya terakomodir melalui program-program Pemprov Malut.
Kepercayaan yang dibangun terhadap kepemimpinan Gubernur Sherly, patut diimbangi jajaran aparaturnya yang harus ikut “berlari” dalam mengeksekusi program-program yang sudah direncanakan.
“Namun, angka peringkat persetujuan yang sangat positif menunjukkan bahwa dalam setahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, perbaikan telah terjadi dan publik sangat mengapresiasi,” tuturnya.
Dikatakan juga, optimisme publik yang tinggi terhadap kepemimpinan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur, akan lebih terarah jika berhasil mengakomodir ekspektasi warga Malut.
Ia menambahkan, tingkat kepuasan publik tersebut jika tidak ingin jadi bumerang, maka perlu diterjemahkan ke dalam kerja birokrasi yang sistematis dan terukur agar berbagai harapan masyarakat dapat direalisasikan melalui kebijakan konkret.
Dimana, di satu sisi kinerja gubernur yang ‘melaju’, justru belum diikuti dengan kinerja aparatur pemerintahannya.
“Ini akan menjadi tantangan besar bagi Sherly Tjoanda dalam merealisasikannya dan bagi aparatur pemerintah untuk menjaga konsistensi kinerja,” ucap Burhanudin.
Survei yang dilaksanakan Indikator Politik Indonesia ini sendiri menyasar sebanyak 820 responden yang sudah berumur diatas 17 tahun dan sudah menikah.
“Adapun metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error (MoE) atau tingkat kesalahan 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen,” ujar peneliti survei Indikator, Rizka Halida. (fhm)


